Legal Protection Of Creditors Over Collateral In Bankruptcy

Main Article Content

Komang Krisna Yustika Putra
I Ketut Kasta Arya Wijaya
I Wayan Kartika Jaya Utama

Abstract

Legal protection of creditors over collateral in bankruptcy requires a systematic interpretation of mortgage law, bankruptcy law, and banking asset-quality regulation. This article analyzes the legal position of separatist creditors holding mortgage rights and the protection of banks in resolving foreclosed collateral assets when debtors are declared bankrupt. The study uses normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches, focusing on the interaction between Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights and Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations. The analysis shows that mortgage holders retain preferential and executorial rights, but those rights are procedurally restricted by bankruptcy law through a 90-day stay period and a two-month execution period after insolvency. Foreclosed collateral may be protected only when the takeover is valid, voluntary, properly documented, fairly valued, and not contrary to the collective nature of bankruptcy. The study argues that the principle of lex specialis derogat legi generali makes bankruptcy law prevail in bankruptcy proceedings, while preventive and repressive protection must be strengthened through harmonized regulation, authentic documentation, curator oversight, and clearer temporal standards for collateral execution

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yustika Putra, K. K., I Ketut Kasta Arya Wijaya, & I Wayan Kartika Jaya Utama. (2026). Legal Protection Of Creditors Over Collateral In Bankruptcy. Jurnal Smart Hukum (JSH), 5(1), 134–145. https://doi.org/10.55299/jsh.v5i1.1965
Section
Articles

References

Arifardhani, Y., Anggriani, J., & Dantyana, S. 2024. Legal protection for creditors due to problem credit with collateral rights guarantee. Jurnal Smart Hukum (JSH). 3(2): 118-136. https://doi.org/10.55299/jsh.v3i2.1087

Hasibuan, S.A.S. 2022. Penyelesaian wanprestasi perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan. Jurnal Smart Hukum (JSH). 1(1): 191-201. https://doi.org/10.55299/jsh.v1i1.149

Indonesia. 1996. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996.

Indonesia. 1998. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998.

Indonesia. 2004. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 131.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2023. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023.

Kurniawaty, C., Abubakar, L., & Akyas, M. 2022. Kepastian hukum penundaan pembayaran BPHTB dalam AYDA lelang dalam perspektif hukum perbankan dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan. 6(1): 15-32. https://doi.org/10.23920/acta.v6i1.912

Muis, I.F., Ikhwansyah, I., & Handayani, T. 2022. Kedudukan kreditur separatis terkait jaminan hak tanggungan yang masuk dalam boedel pailit debitur. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran. 3(2): 277-288. https://doi.org/10.23920/jphp.v3i2.784

Novita, T.R., & Husna, M.F. 2023. Perlindungan hukum kreditor preferent pada perusahaan asuransi yang pailit. Jurnal Smart Hukum (JSH). 1(3): 402-406. https://doi.org/10.55299/jsh.v1i3.397

Otoritas Jasa Keuangan. 2019. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

Prabandari, G.A., Nurdin, A., & Prasetyo, M.H. 2021. Penyelesaian kredit yang dijamin hak tanggungan dengan AYDA (Agunan Yang Diambil Alih) bank melalui lelang. Notarius. 14(1): 581-597. https://doi.org/10.14710/nts.v14i1.39135

Puspita, L.I., Emirzon, J., & Elmadiantini. 2025. Peran notaris dalam mekanisme agunan yang diambil alih (AYDA) sebagai alternatif penyelesaian kredit macet. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan. 14(1). https://doi.org/10.28946/rpt.v14i1.4757

Putro, E.B., & Badriyah, S.M. 2024. Perlindungan hukum kreditur separatis pemegang hak tanggungan dalam perkara kepailitan. Notarius. 17(3): 2207-2222. https://doi.org/10.14710/nts.v17i3.44840

Sitorus, S.S.B. 2022. Analisis yuridis lelang penjualan barang jaminan akibat debitur wanprestasi dalam perjanjian kredit. Jurnal Smart Hukum (JSH). 1(1): 119-128. https://doi.org/10.55299/jsh.v1i1.142

Soediro, R.A. 2026. AYDA yang dilakukan oleh kreditor separatis dalam melaksanakan hak eksekusinya ketika debitor dinyatakan pailit ditinjau dari perspektif teori hukum Gustav Radbruch. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum. 4(1): 750-762. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3099

Utama, I.W.K.J. 2019. Tanggung gugat notaris selaku pejabat umum dalam pembuatan perjanjian kredit perbankan. DiH: Jurnal Ilmu Hukum. 15(1): 9-19. doi: 10.30996/dih.v15i1.2261

Widyaningrum, W., & Joesoef, I.E. 2023. Penerapan asas actio pauliana kepailitan dan perlindungan hukum terhadap pembeli beritikad baik. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum. 8(1): 57-74. https://doi.org/10.24246/jrh.2023.v8.i1.p57-74

Wijaya, I.K.K.A., Rideng, I.W., & Purnamawati, N.L.M. 2022. The legal position of customary management (Prajuru Adat) in the lease agreement leases the utilization of Laba Pura land in Tumbak Bayuh Village, Mengwi District, Badung Regency. International Journal of Research and Innovation in Social Science. 6(12): 26-29. doi: 10.47772/IJRISS.2022.61203

Wulandari, F.A. 2025. Konsekuensi yuridis penyelesaian kredit macet dengan proses AYDA (Agunan Yang Diambil Alih) oleh bank berdasarkan Undang-Undang Hak Tanggungan. Officium Notarium. 4(2): 293-315. https://doi.org/10.20885/JON.vol4.iss2.art7